Showing posts with label motor. Show all posts
Showing posts with label motor. Show all posts
Wednesday, 9 October 2013
12 Cara Jitu Membeli Motor Bekas ala Polisi
12 Cara Jitu Membeli Motor Bekas ala Polisi
Muhammad Ikhsan - detikOto
Selasa, 04/06/2013 14:50 WIB
Jakarta - Memiliki motor baru adalah impian banyak orang sebagai alat untuk beraktivitas. Tapi sayang mahalnya harga motor baru membuat orang ragu karena keterbatasan dana. Salah satu cara yakni membeli motor bekas.
Namun semakin maraknya motor bekas di Indonesia menimbulkan keraguan calon pembeli. Soalnya tidak sedikit yang khawatir akan kualitas motor bekas.
Nah, agar tidak tertipu, detikOto ingin menyampai 12 tips ala polisi untuk memilih motor bekas terbaik. Jadi jangan asal beli ya. Berikut tips yang disebar Divisi Humas Polri.
1. Cek harga pasaran
Sebelum anda melakukan pencarian motor bekas yang akan anda beli, sebaiknya lakukan cek harga motor di pasaran terlebih dahulu baik dari koran, majalah atau mungkin bisa juga dari menu pabrikan di situs online penjual motor.
2. Cek nomor rangka dan mesin motor
Periksa nomor rangka dan mesin motor, lalu sesuaikan dengan nomor rangka serta nomor mesin yang tertera pada STNK maupun BPKB. Apabila sama belum tentu motor tersebut asli, Perhatikan lebih jelas apakah nomor rangka & mesin motor adalah asli dan bukan ketokan kasar (biasa penjual atau penadah motor curian mengubah nomor rangka dan mesin dengan cara di ketok)
Cek nomor polisi ke SMS layanan Polisi. caranya : ketik: Metro(spasi)nomor polisi. Contoh : Metro B8118HJ Kirim ke 1717 (Hanya untuk wilayah Jakarta)
Atau untuk wilayah Jawa Timur, silakan anda ketik : JATIM L4444LY kirim ke 1717. Anda akan segera dikirimi balasannya.
3. Cek kondisi fisik
Periksa kondisi bodi, spion, baut, dan lain sebagainya, apakah terlihat banyak goresan, kondisi retak ataupun pecah. Usahakan juga akan lebih baik jika semua yang menempel pada motor adalah parts orisinil.
4. Cek kondisi oli motor
Usahakan buka dan ukur oli yang ada di dalam mesin. Pastikan ukuran oli tidak berlebihan, karena oli yang berlebih akan membuat suara mesin menjadi lebih halus, sehingga dapat menyembunyikan suara asli motor yang mungkin berbunyi kasar atau berisik.
5. Cek speedometer
Pastikan agar tidak ada retak atau adanya bekas pembongkaran. Lihat jumlah berapa km yang telah ditempuh oleh motor tersebut. Jika diatas 20.000 km maka dapat dipastikan akan banyak sekali komponen mesin yang akan segera Anda diganti. Tentunya akan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
6. Hidupkan mesin motor
Coba hidupkan mesin motor tersebut, apakah bisa stationer atau langsam. Karena kondisi pada mesin yang tidak bermasalah dapat langsam pada putaran kurang lebih 1.500 rpm. Serta pastikan juga bahwa tidak ada bunyi-bunyian yang kasar di dalam mesin.
7. Cek perpindahan gigi
Jalankan kendaraan dan perhatikan posisi perpindahan gigi apakah terasa sulit atau tidak. Apabila terasa sulit berarti menandakan kampas kopling motor tersebut akan segera habis. Satu lagi yang perlu diperhatikan juga adalah, jika terdengar suara mendesir pada saat motor berjalan. Kemungkinan besar gigi primer dari motor tersebut akan segera habis.
8. Cek rangka atau sasis motor
Perhatikan kelurusan roda motor depan dan belakang, dan pastikan bahwa rangka atau sasis motor tersebut tidak ada kebengkokkan. Jalankan sekitar 40km/jam dan tekan rem sedikit mendadak untuk pastikan motor tidak sulit dikendalikan. Hal ini berguna untuk mendeteksi lurusnya sasis dan poros setang atau setir.
9. Cek kebocoran
Usahakan Anda dapat mencoba jalankan motor lebih lama, dan setelah motor dijalankan kurang lebih sekitar 500meter. Perhatikan apakah terlihat adanya oli yang bocor melalui sela-sela mesin. Atau adanya air radiator bocor bagi motor yang menggunakan radiator.
10. Cek kondisi kelistrikan
Periksa juga kelistrikan dan lampu-lampu seperti lampu motor depan, lampu sein, lampu rem belakang, klakson, lampu speedometer, atau elektrik stater motor. Apabila semua berfungsi atau hidup, berarti tidak ada kerusakan pada komponen dan kondisi aki motor tidak ada permasalahan.
11. Cek kondisi roda
Lakukan pengecekan terhadap kondisi Roda. Bagaimana kelurusan antara roda depan dengan roda belakang, hal ini untuk meyakinkan bahwa chasis atau rangka tidak membengkok,motor yang mengalami jatuh atau benturan keras bisa menyebabkan kebengkokan pada chasis.
12. Kalau bisa cobalah test ride
Mintalah kepada si penjual agar anda bisa mencoba mengendarai motor tersebut. Anda tentu akan bisa merasakan apakah motor tersebut ada kelainan atau tidak pada handling atau pada akselerasinya, dll.
Itulah beberapa tips untuk memilih motor bekas. Jangan lupa sesuaikan harga yang ditawarkan oleh penjual dengan kondisi motor yang akan dijual tersebut. Karena setiap motor tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
(ikh/ddn)
Saturday, 22 December 2012
Manfaat Nitrogen
Ban merupakan komponen terpenting dalam suatu kendaraan baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Oleh karena itu ban motor harus sering diperhatikan dan dikontrol sesering mungkin, ban juga berfungsi sebagai aksesoris motor untuk memperindah tampilan kendaraan anda.
Terkadang banyak para bikers ataupun drivers yang hobi dibidang otomotif mengganti ukuran ban kendaraan mereka menjadi lebih besar maupun lebih kecil dan tipis semua tergantung selera tetapi ada baiknya lebih memilih ban dengan kualitas yang baik karena sangat berpengaruh sekali untuk performa laju kendaraan anda. Semakin sering kendaraan anda melaju di jalan maka akan semakin tipin ulir atau kembang ban tersebut, dan kualitas karet ban akan semakin kurang baik, oleh karena itu pengisian tekanan angin juga sangat perlu diperhatikan.
Dalam postingan kali ini kami akan mencoba memberikan sekedar info tentang Manfaat Nitrogen Untuk Ban kendaraan anda. Jika tekanan gas di dalam ban lebih rendah dari yang disarankan, maka bidang yang menapak dan mencengkram jalan tidak merata sehingga bidang tapaknya menjadi lebih sedikit yaitu hanya pada daerah pinggir ban saja. Begitu juga jika tekanannya berlebihan dari yang dianjurkan, maka yang menapak hanya daerah tengah ban saja. Akibat dari kekurangan dan kelebihan tekanan gas tersebut adalah tapak ban akan menipis tidak merata, sering orang menyebut "botak luar, atau botak dalam". Sebaliknya apabila tekanan gas di dalam ban diisi sesuai anjuran, maka bidang tapak ban yang mencengkram jalan menjadi lebih luas dan merata.
Untuk keamanan berkendara akan lebih terjamin. Ban yang telah diisi gas (angin) bertekanan tertentu umumnya terdiri dari 21% gas oksigen dan 78% gas nitrogen. Dimana campuran gas tersebut didapat dari udara sekitar pompa gas/angin tersebut, atau gas yang kita hirup sehari-hari. Partikel gas oksigen lebih kecil dibanding gas Nitrogen, sehingga gas oksigen bisa tiga kali lebih cepat merembes keluar ketimbang gas nitrogen, melalui celah-celah halus sambungan ban terhadap pelek maupun mekanik sekat/valve pada pentil (ventil). Secara perlahan tapi pasti, membuat ban kendaraan anda akan berkurang tekanan gas nya dan perlu selalu dicek tekanannya, jika kurang segera tambahkan hingga sesuai anjuran pabrik mobil maupun spec ban yang digunakan.
Tekanan gas yang kurang membuat berkurangnya keamanan dan kenyamanan, juga membuat BBM boros. Keuntungan : Ban lebih empuk dan bisa menghemat bahan bakar akibat ban tetap padat karena gas tidak mudah terbuang dalam waktu lama, Ban tidak dapat terbakar ketika ban dalam kondisiputaran tinggi. Masalahnya gas Nitrogen bersuhu lebih rendah dan stabil. Rata-rata suhu gas Nitrogen pada ban sekitar 17 derajat. Selain tidak dapat terbakar, gas Nitrogen juga tidak menyebabkan pelek korosi. Tidak seperti kandungan angin yang disemprotkan dari kompresor angin di pinggir jalan Kelemahan : Harga setiap pengisian ban yang relatif lumayan mahal berkisar Rp.5000 s/d Rp.8000 setiap ban Bengkel ban yang menyediakan jasa gas nitrogen juga relatif belum banyak, sehingga cukup menyulitkan ketika ingin mengisi atau menguras gas. Semoga postingan ini dapat bermanfaat bagi para bikers maupun drivers.
Sumber : Striping Motor
Subscribe to:
Posts (Atom)
